Sebagai syarat tugas semester 1 bahasa indonesia, pembuatan puisi ini kupersembahkan kepada orang yang senantiasa selalu menemani dan memberi inspirasi. Org yang aku sayang, Roni.
Aku hampir bisa melihatnya
Melihat mimpi yang aku impikan
Merasakan perasaan yang sebenarnya
Perasaan damai tanpa beban
Terbangun diatas padang rumput hijau yang luas
Dibawah langit biru tak berawan yang sempurna
Dan dibawah hangatnya sinar matahari
Menunggu seseorang yang akan menemani
Pangeran gagah datang membawa gitar putih yang cantik
Terlihat sangat menawan hati dan menyenangkan
Menghampiri, menatap mataku dengan sangat lembut
Tatapan yang lembut mewakili bahwa
Pangeran bersedia memainkan nada-nada yang manis
Kupejamkan mataku dan kurasakan iringan gitar yang sangat elok
Saat kubuka kelopak mataku yang enggak untuk terbuka
Aku tak bisa menemukan apa yang aku lihat sebelumnya
Tidak ada padang rumput yang luas
Tidak ada langit biru yang sempurna
Tidak ada hangatnya sinar matahari
Dan tidak ada pangeran dengan gitar putihnya
Hanya ada sebuah danau
Danau yang dihiasi sorot cahaya kunang-kunang
Hanya ada langit gelap
Langit gelap yang bertaburan bintang
Dan 1 rembulan yang bersinar terang
Saat aku melihat ke belakang..
Seorang pangeran menawarkan berdansa
Berdansa.....tidak ada gitar.......tidak ada melodi yang manis
Hanya ada iringan katak yang saling bersangkutan
Di ikuti suara belalang yang tak mau kalah
Dan kunang-kunang yang turut berdansa berasama pasangan mereka
Kupejamkan mataku untuk kedua kalinya
Menikmati langkah dansa pangeran yang lihai
Saat kucoba untuk membuka mataku yang masih enggan untuk terbuka
Hanya terlihat beberapa poster usang
Poster usang yang tertempel di dinding kamar
Masih sama.......
Aku hampir bisa melihatnya
Melihat mimpi yang aku impikan
Merasakan perasaan yang sebenarnya
Perasaan damai tanpa beban
Terbangun diatas padang rumput hijau yang luas
Dibawah langit biru tak berawan yang sempurna
Dan dibawah hangatnya sinar matahari
Menunggu seseorang yang akan menemani
Pangeran gagah datang membawa gitar putih yang cantik
Terlihat sangat menawan hati dan menyenangkan
Menghampiri, menatap mataku dengan sangat lembut
Tatapan yang lembut mewakili bahwa
Pangeran bersedia memainkan nada-nada yang manis
Kupejamkan mataku dan kurasakan iringan gitar yang sangat elok
Saat kubuka kelopak mataku yang enggak untuk terbuka
Aku tak bisa menemukan apa yang aku lihat sebelumnya
Tidak ada padang rumput yang luas
Tidak ada langit biru yang sempurna
Tidak ada hangatnya sinar matahari
Dan tidak ada pangeran dengan gitar putihnya
Hanya ada sebuah danau
Danau yang dihiasi sorot cahaya kunang-kunang
Hanya ada langit gelap
Langit gelap yang bertaburan bintang
Dan 1 rembulan yang bersinar terang
Saat aku melihat ke belakang..
Seorang pangeran menawarkan berdansa
Berdansa.....tidak ada gitar.......tidak ada melodi yang manis
Hanya ada iringan katak yang saling bersangkutan
Di ikuti suara belalang yang tak mau kalah
Dan kunang-kunang yang turut berdansa berasama pasangan mereka
Kupejamkan mataku untuk kedua kalinya
Menikmati langkah dansa pangeran yang lihai
Saat kucoba untuk membuka mataku yang masih enggan untuk terbuka
Hanya terlihat beberapa poster usang
Poster usang yang tertempel di dinding kamar
Masih sama.......
7 Nov'12
Created by hani
Hanifah Azhari
