Sebelum terlelap dalam kedamaian aku ingin menuliskan sedikit apa yg sepertinya tidak disukai oleh diriku atas diriku sendiri. Kenapa Hani setiap malem harus ngestalk twitternya firna linggr ganiy? Iri pasti jd salah satu dan satu satu nya alasan yang bisa dipakai buat pembelaan. Iri tentang apa? Aku pun tidak tau, semua itu terjadi secara kebetulan. Kenapa sih Han terus terus an mikirin ganiy? Kenapa sih semua terjadi ga seperti apa yg km rencanain atau km harapin, Han? Berhenti dong nyalahin akibatnya mulai dengan jadi dirimu sendiri Han, kamu belum dewasa. Masih terlalu dibuat-buat. Apanya yang dibuat buat? Sikapmu Han!! Kayak kembang api, sekedar, pudar. Banggain orang orang yang udah support kamu, ayah ibu tante kakak! Jangan kecewain mereka. Banyak yang mereka harapi dari seorang Hani. Gak usah ragu mengurai, airmata Hani gak mudah terurai. Gak usah menamai diri. Ga bermakna. Buka hati buat menerima, dengarkan tentang mengalah itu bukan hal yg biasa Han! Ga usah menutupi diri juga. Jangan smpe pernah merasa besar meski untuk merasa kekar. Jangan pernah merasa rendah meski untuk merasa lelah. Ga bermakna Hani ;)
Ah alay bgt kapan aku nulis kaya gini.
BalasHapus